Pasar Asia Ambruk Pagi Ini! Ketegangan Iran-AS Bikin Harga Minyak Meledak
Pasar Asia Ambruk Pagi Ini! Ketegangan Iran-AS Bikin Harga Minyak Meledak

Pasar Asia Ambruk Pagi Ini! Ketegangan Iran-AS Bikin Harga Minyak Meledak

Bagikan

Bursa Asia jatuh pagi ini setelah konflik Iran-AS memicu lonjakan harga minyak dunia, investor panik dan pasar global langsung bergejolak.

Pasar Asia Ambruk Pagi Ini! Ketegangan Iran-AS Bikin Harga Minyak Meledak

Pasar saham Asia dibuka dengan sentimen negatif pada perdagangan pagi ini. Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas dan langsung mengguncang pasar global. Dampaknya terasa cepat: harga minyak dunia melonjak tajam, sementara bursa saham di berbagai negara Asia kompak bergerak di zona merah.

Kondisi ini membuat investor waspada terhadap potensi gejolak ekonomi yang lebih luas. Lalu, seberapa besar dampaknya terhadap pasar global dan apa yang sebenarnya terjadi? Simak ulasan lengkapnya di Peta Kekuatan Ekonomi Dunia.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Bursa Asia Dibuka Melemah Pada Perdagangan Pagi

Bursa saham Asia kompak bergerak di zona merah pada perdagangan Kamis pagi (12/3). Sentimen negatif menyelimuti pasar regional setelah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran investor global. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung mengambil sikap hati-hati dalam berinvestasi.

Sejumlah indeks utama di kawasan Asia langsung mengalami penurunan pada awal sesi perdagangan. Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat melemah sekitar 1,12% ke level 54.408,76. Penurunan ini mencerminkan tekanan besar yang sedang dihadapi pasar akibat ketidakpastian global.

Selain Jepang, pelemahan juga terjadi di beberapa bursa utama lainnya. Indeks Hang Seng di Hong Kong turun sekitar 0,69%, sementara indeks Taiex Taiwan melemah sekitar 1,05%. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan pasar terjadi secara luas di kawasan Asia.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Sejumlah Indeks Regional Kompak Bergerak Di Zona Merah

Tekanan di pasar tidak hanya terjadi pada beberapa negara saja. Bursa saham di Korea Selatan dan Australia juga ikut mengalami pelemahan pada perdagangan awal hari tersebut. Kondisi ini menandakan adanya sentimen negatif yang merata di pasar Asia-Pasifik.

Indeks Kospi Korea Selatan tercatat turun sekitar 0,45% ke level 5.584,86. Sementara itu, indeks ASX 200 di Australia mengalami penurunan sekitar 1,29% hingga menyentuh level 8.630,8. Pelemahan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik global.

Di kawasan Asia Tenggara, kondisi yang sama juga terlihat. Indeks FTSE Straits Times Singapura tercatat turun sekitar 0,13%, sedangkan FTSE Malay KLCI Malaysia melemah sekitar 0,79%. Penurunan ini menunjukkan bahwa sentimen global turut memengaruhi pasar di berbagai negara.

Baca Juga: Jumlah ATM RI Menyusut, Benarkah Karena Pembayaran Digital?

Lonjakan Harga Minyak Jadi Pemicu Utama

 Lonjakan Harga Minyak Jadi Pemicu Utama 700

Salah satu faktor utama yang menekan bursa saham Asia adalah lonjakan harga minyak dunia. Kenaikan harga energi dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) bahkan tercatat melonjak lebih dari 6% hingga mencapai sekitar US$92,91 per barel pada perdagangan pagi hari tersebut. Kenaikan tajam ini memperkuat kekhawatiran pasar terhadap potensi inflasi energi.

Lonjakan harga minyak juga dapat memicu peningkatan biaya produksi dan transportasi di berbagai sektor industri. Akibatnya, banyak investor memilih mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman.

Upaya Global Menenangkan Pasar Energi

Untuk meredam lonjakan harga minyak, sejumlah negara dan lembaga energi global mulai mengambil langkah darurat. Badan Energi Internasional (IEA) dikabarkan berencana melepas sekitar 400 juta barel minyak ke pasar untuk menstabilkan pasokan energi.

Langkah tersebut menjadi salah satu pelepasan cadangan minyak terbesar yang pernah dilakukan dalam sejarah organisasi tersebut. Tujuannya adalah menenangkan pasar energi global dan menekan kenaikan harga minyak yang terlalu tajam.

Selain itu, pemerintah Amerika Serikat juga mengumumkan rencana pelepasan sekitar 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis. Kebijakan ini diharapkan mampu membantu menurunkan harga energi dan mengurangi tekanan inflasi global.

Investor Global Meningkatkan Kewaspadaan

Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat membuat investor global semakin berhati-hati. Situasi konflik yang belum menunjukkan tanda mereda memicu volatilitas di berbagai pasar keuangan dunia.

Dampaknya tidak hanya dirasakan di Asia, tetapi juga di pasar Amerika Serikat. Indeks saham utama di Wall Street dilaporkan ikut melemah karena investor terus memantau perkembangan konflik dan dampaknya terhadap harga energi global.

Jika ketegangan geopolitik terus meningkat, pasar global berpotensi mengalami tekanan lebih lanjut. Oleh karena itu, pelaku pasar kini lebih fokus memantau perkembangan situasi Timur Tengah yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dan keuangan dunia.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari investasi.kontan.co.id
  • Gambar Kedua dari portalmadura.com

Leave a Reply